Kamis, 08 Desember 2011

Pemkab Berikan Bantuan Alat Bagi Usaha Kecil dan Menengah

Pemkab Berikan Bantuan Alat Bagi Usaha Kecil dan Menengah



GEMA - Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Industri, Pemerintah Kabupaten Kotabaru memberikan bantuan alat bagi pengusaha kecil dan menengah.

Sebagai sarana pendukung kerja, peralatan tersebut berupa perangkat untuk pengolahan ikan bandang, kerajinan bordir, press kemasan, pengrajin logam, pengadon, pengayak serta peralatan tukang, diberikan kepada 20 orang pengusaha/ pengrajin dan 2 kelompok usaha dari Kecamatan Pulaulaut Utara, Pulaulaut Timur, Pulau Sebuku dan Kecamatan Pamukan Selatan. Mereka adalah pengusaha/ pengrajin bergerak dalam usaha amplang, keripik, kerupuk, rempeyek, kerajinan perak dan sabut kelapa serta pertukangan kayu.

 Peralatan secara simbolis diserahkan oleh Ketua DPRD H. Alpidri Supian Noor, ST, MAP, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Industri Drs. Mahyudiansyah, MAP dan Kabid UKM Drs. H. Ahmad Kusairin, M.Si, berlangsung di Kantor dinas setempat, Senin (5/14).

Mahyudiansyah menjelaskan bahwa para pengusaha atau pengrajin yang mendapatkan peralatan kerja ini sebelumnya telah mendapat pelatihan di sentra produksi di Pulau Jawa, sesuai bidang usaha yang digelutinya.

“Bantuan yang diberikan ini sudah cukup baik, dibandingkan peralatan yang digunakan ditempat pelatihan, dan seharusnya akan lebih baik lagi hasilnya,” kata Mahyudiansyah yang mengharapkan para pengusaha/ pengrajin dapat meningkatkan produktivitas usaha, baik kuantitas maupun kualitas, minimal bisa bersaing dengan usaha sejenis, dan pada akhirnya akan dapat mengangkat pendapatan usaha.

Diungkapkan Mahyudiansyah, bahwa banyak program pemerintah dalam bentuk skim kredit yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha untuk memperkuat pembiayaan dalam rangka pengembangkan usaha, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit pembiayaan bidang UKM lainnya.

Sementara Ketua DPRD H. Alpidri Supian Noor yang berkomitmen memperjuangkan ekonomi pro rakyat, menginginkan sektor UKM di Kabupaten Kotabaru lebih maju dari daerah lainnya.

Sektor UKM dan industri ini sangat peru dikembangkan pemerintah daerah melalui berbagai terobosan dari dinas terkait, karena pembangunan daerah ini tidak mungkin hanya ditopang dari eksploitasi sumber daya alam yang sangat terbatas dan suatu saat akan habis.

“Adanya pelatihan serta memberikan bantuan alat ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah daerah terhadap UKM, untuk itu manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya guna mendukung upaya peningkatan usaha” kata Ketua DPRD yang akrab dipanggil Yayan.

Dia juga berpesan kepada penerima peralatan agar selalu memupuk dan mempertajam jiwa kewirausaaan/ entrepreneurship, pengusaha yang kreatif, inovatif, kompetitif dan dapat membaca peluang usaha.

“Jangan hanya jadi penonton didaerah sendiri dan kalau orang lain bisa kenapa kita tidak bisa,” kata Yayan mendorong semangat pengusaha/ pengrajin, ditengah serbuan beragam produk luar daerah. (sfr)
Ari Rizky dan Larasati Duta Wisata Saijaan 2011

Ari Rizky dan Larasati Duta Wisata Saijaan 2011




GEMA - Ari Rizky Novardi dan Larasati Pranidasari terpilih menjadi Duta Wisata Saijaan 2011 dan berhak mewakili Kotabaru pada ajang Pemilihan Nanang dan Galuh Kalsel 2012.

Yuses Epip Henas dan Astri Afriani juga turut mewakili Kotabaru pada ajang yang sama setelah menempati  urutan kedua atau sebagai runner up pertama.

Dalam grand final pemilihan duta wisata saijaan, Minggu (4/12), penantian siapakah diantara mereka yang terpilih, membuat ketegangan sejenak bagi dua pasangan maupun pengunjung yang sebagian besar juga pendukung para finalis, di Dewan Kesenian Kabupaten Siring Laut tempat kegiatan berlangsung.

Hal ini disebabkan, pemenang ditentukan dari rangkaian bunga yang akan diserahkan oleh Nazlul dan Rosi, pasangan duta wisata saijaan tahun lalu. Beberapa kali mereka mengelilingi dua pasangan sebelum menyerahkannya kepada pelajar SMAN 2 Stagen Ari Rizky Novardi dan Larasati Pranidasari pelajar SMAN 1 Kotabaru.

Sebelum pengumuman pemenang, para finalis melakukan aksi performance dan sesi tanya jawab dengan dewan juri yang diketuai H. Mahmud Dimyati, S. Sos. Satu peserta satu pertanyaan tentang etika, kebudayaan, kesenian, pariwisata, tata pemerintahan dan bahasa Inggris.

Pemenang menerima kalungan kain selempang, piala dan piagam penghargaan dari panitia. Untuk duta wisata secara khusus diserahkan oleh Hj. Sri Maria Ningsih Irhami Ridjani, kemudian runner up pertama oleh Asisten Pemerintahan Drs. H. Selamat Riyadi.

Berturut-turut menyerahkan tanda penghargaan Sekretaris Disporabudpar M. Husin, S. Sos kepada runner up dua Rizki Nurbandi dan Bening Lestari Kusuma Rafik, kemudian para dewan juri kepada runner up tiga Danil Abidin dan nurul Fitria, runner up empat Rahadian Wirandi dan Vibriany Putri, serta runner up lima Khalid Sabirin dan Halimatus Sa’diah.

H. Selamat Riyadi dalam amanatnya mewakili bupati, meminta duta wisata dan runner up yang terpilih mengikuti Nanang dan Galuh Banjar nantinya agar mempersiapkan diri, dengan menambah pengetahuan sesuai tuntutan sebagai duta wisata Kalsel, terutama tentang kepariwisataan baik lokal, regional maupun nasional.

Sementara Firhansyah selaku panitia pelaksana melaporkan, bahwa banyak aspek yang dinilai dewan juri.  Penilaian dimulai dari prakualifikasi, penyisihan, masa karantina dan grand final, dimana etika dan sopan santun menjadi kriteria utamanya. (sfr)
Pemilihan Duta Wisata Saijaan 2011 Dimulai

Pemilihan Duta Wisata Saijaan 2011 Dimulai


GEMA - Ajang pemilihan sepasang remaja yang akan menjadi duta wisata Saijaan tahun ini mulai digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotabaru.

Ditujukan untuk membentuk remaja yang berkepribadian, cerdas, beretika dan jujur, 64 orang remaja kalangan pelajar, mahasiswa dan umum, terdiri dari 28 putra dan 36 putri bersaing untuk terpilih menjadi 6 pasangan putra dan putri yang akan maju dalam grand final pada Minggu malam (4/14) di Siring Laut.

“Enam pasang Nanang dan Galuh hasil kualifikasi selanjutnya dikarantina selama tiga hari di Hotel Grand Surya untuk mendapatkan pembekalan mengenai etika, tata pemerintahan, kesenian, kebudayaan, kepariwisataan serta kemampuan berbahasa Inggris,” kata Nanang Taufik Akbar Yudha selaku panitia pelaksana melaporkan saat pembukaan, Kamis (1/12) di gedung Ratu Intan.

Dua hari sebelumnya, para peserta juga telah melalui tahap prakualifikasi, yakni out bond di obyek wisata Pantai gedambaan dan test tertulis.

Asisten Pemerintahan Drs. H. Selamat Riyadi mewakili Bupati Kotabaru membuka resmi seleksi menyatakan apresiasinya terhadap agenda tahunan pemilihan duta wisata Saijaan dari Disporabudpar. Apalagi tahun lalu telah menunjukkan prestasi dalam ajang yang sama ditingkat provinsi Kalimantan Selatan, maka diharapkannya agar prestasi tersebut dapat diukir kembali pada tahun ini.

Melalui ajang ini merupakan kesempatan yang berharga bagi generasi muda penerus pembangunan di Bumi Saijaan, selain menunjukkan penampilan terbaiknya dalam penilaian dewan juri, juga tak kalah penting adalah pengetahuan yang didapat dalam proses pembelajaran yang diberikan panitia, penyelenggara dan nara sumber, nantinya menjadi bekal yang berguna bagi para peserta dalam kehidupannya.

Tanpa dipungut biaya, pemenang dan runner up pertama pemilihan duta wisata Saijaan ini, akan mewakili Kabupaten Kotabaru dalam pemilihan duta wisata Kalsel, dimana pada tahun lalu, telah meraih juara pertama dan runner up pertama Nanang dan Galuh diajang tingkat provinsi.

Dewan juri adalah Ketua H. Mahmud Dimyati, S.Sos, beranggotakan Firhansyah, Misdamayanti, S.Pd, Asni, H. Anhar Rozi, S.Sos, M.Si dan H. Nur Zazin, MA. (sfr)
13 Orang Anak Di Sunat Secara Massal

13 Orang Anak Di Sunat Secara Massal



GEMA – Dari 5 Desa yang ada di Kecamatan Pulau Laut Utara 13 Orang anak yang kurang mampu dapat pelayanan sunatan massal secara gratis oleh DIKLATPIM IV Angkatan 13 bekerjasama dengan RSUD Kotabaru.

Kegiatan ini rutin diadakan setiap angkatan Pendidikan Pelatihan Pimpinan (DIKLATPIM) di pemerintahan Kotabaru, tetapi karena keterbatasan dana program ini hanya berjalan diseputaran Ibu Kota Kotabaru saja.

Ketua Panitia DIKLATPIM IV Angkatan 13 Gt. Abdul Wahid mengatakan selain sunatan massal bhakti sosial yang lain juga mereka gelar dengan melakukan gotong royong di beberapa kawasan, peserta Diklat angkatan 13 ini berjumlah 40 orang terdiri dari Laki laki 30 orang dan Perempuan 10 orang.

Sunatan Massal ini bekerjasama dengan pihak RSUD Kotabaru, dan  13 orang anak yang disunat  dilakukan oleh 4 dokter yaitu dr. Iqbal, dr. Mansyah, dr. H. Ruslan dan dr. Maman.

Bagian Humas DIKLATPIM IV angkatan 13 tahun 2011 Darton menjelaskan sunatan massal ini adalah salah satu program bhakti sosial Diklatpim untuk membantu warga yang kurang mampu dengan target 20 orang anak, diharapkan kedepannya program seperti ini lebih baik lagi tambah Darton.

Selain mendapatkan obat obatan para peserta Sunatan Massal diberikan bingkisan berupa sarung, baju koko, peci dan yang lainnya, kegembiraan terlihat diwajah para orang tua karena merasa terbantu dengan adanya program ini. ( Fjr )