Senin, 05 September 2011

Peta Administrasi

Peta Administrasi

Peta Administrasi Kotabaru

Geografis  Kabupaten Kotabaru


Batas Administrasi
 
Sebelah Utara : Propinsi Kalimantan Timur 
Sebelah Timur : Selat Makasar
Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Barat : Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu.


Letak Geografis

2o20' - 4o20' Lintang Selatan
115o15' - 116o30' Bujur Timur

Grid Propinsi AD – CH : 35 – 37 dan
Proyeksi UTM  Y = 945.500 m ; X = 300.000 m

  
Luas Wilayah
 
Luas Area:  9.422,46 km2
Kecamatan Hampang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Kotabaru (menempati 17,88% dari luas wilayah).
Kecamatan Pulau Sembilan merupakan kecamatan dengan luas terkecil di Kabupaten Kotabaru (hanya menempati 0,05% dari luas wilayah).


Wilayah Pemerintahan

Kabupaten Kotabaru dengan wilayah seluas 9.422,46 km2 merupakan kabupaten terluas di propinsi Kalimantan Selatan dengan luas lebih dari seperempat (25,11%) dari luas wilayah propinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten ini terbagi menjadi 21 kecamatan dengan 198 desa dan 4 kelurahan. 


Keterangan Nama-Nama Kecamatan :
  1. Kecamatan Pamukan Selatan
  2. Kecamatan Pamukan Utara
  3. Kecamatan Pamukan Barat
  4. Kecamatan Sungai Durian
  5. Kecamatan Kelumpang Barat
  6. Kecamatan Sampanahan
  7. Kecamatan Kelumpang Utara
  8. Kecamatan Kelumpang Tengah
  9. Kecamatan Kelumpang Hulu
  10. Kecamatan Hampang
  11. Kecamatan Kelumpang Selatan
  12. Kecamatan Kelumpang Hili
  13. Kecamatan Pulau Laut Utara
  14. Kecamatan Pulau Laut Tengah
  15. Kecamatan Pulau Laut Timur
  16. Kecamatan Pulau Sebuku
  17. Kecamatan Pulau Laut Barat
  18. Kecamatan Pulau Laut Selatan
  19. Kecamatan Pulau Laut Kepulauan
  20. Kecamatan Pulau Sembilan
Catatan:
Gambar di atas merupakan gambaran umum (bukan detail) wilayah Kabupaten Kotabaru yang memiliki sejumlah pulau-pulau kecil yang tersebar luas.
Kemasyarakatan

Kemasyarakatan

KotabaruBerdasarkan registrasi dan pengolahan data penduduk akhir tahun 2006 jumlah penduduk Kabupaten Kotabaru saat ini berjumlah 260.093 jiwa denga tingkat kepadatan 28 jiwa/km2, terdapat di kecamatan Pulau Laut Utara sebesar 73.884 jiwa, sedangkan jumlah penduduk paling sedikit terdapat pada kecamatan Kelumpang Barat dengan jumlah penduduk hanya 4.741 jiwa.
Penduduk Kotabaru mempunyai suku bangsa yang cukup beragam dan yang paling banyak adalah suku Banjar dan Bugis, juga terdapat suku Jawa, Dayak, Melayu, Sunda, Madura dan lainya.

KEAGAMAAN
Sebagian besar penduduk Kabupaten Kotabaru beragama Islam, mayoritas beragama Islam senyak 96%, agama Kristen/protestan sebanyak 2,4%, agama Hindu 0,7%, dan agama Budha 0,5%.
Sebagai daerah agamais Kabupaten Kotabaru banyak memiliki rumah ibadah, diantaranya terdapat 213 (dua ratus tiga belas) buah mesjid, 347 (tiga ratus empat puluh tujuh) buah langgar, 29 (dua puluh) buah gereja, 7 (tujuh) buah pura,dan 1 (satu) buah vihara.
Letak rumah-rumah ibadah tersebut tersebar diseluruh wilayah desa, kecamatan sampai ke pelosok desa di Kabupaten Kotabaru.

PENDIDIKAN
Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus meningkatkan pembangunan dibidang pendidikan dengan menyediakan fasilitas pendukung sarana, kesediaan sarana dan prasarana yang memadai. Pada tahun 2005, di Kabupaten Kotabaru terdapat 245 unit Sekolah Dasar (SD) dan Maderasah Iftidaiyah (MI).
54 unit Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Maderasah Tsanawiah (MTs), dan 27 unit Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Maderasah Aliyah (MA).
Untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi, di Kabupaten Kotabaru juga terdapat 3 (tiga) Civitas Akademika yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam "DArul Ulum", Akademi Keguruan "Paris Barantai" dan Akademi Politeknik.
Bupati dan Wabup Halal Bi Halal Bersama PNS

Bupati dan Wabup Halal Bi Halal Bersama PNS


GEMA - Hari pertama kerja pasca lebaran Idul Fitri 1432 H, Bupati H. Irhami Ridjani dan Wakil Bupati Rudy Suryana berhalal bi halal bersama PNS.
Halal bi halal yang telah menjadi salah satu tradisi di Indonesia dengan saling meminta dan memberi maaf tersebut, dilaksanakan selesai apel pagi Senin (5/9). Berturut turut dalam barisan memanjang di lapangan Siring Laut yang menyalami bupati dan wakil bupati adalah Sekda H. Suriansyah, Kepala SKPD dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kotabaru. menerima ucapan mohon maaf lahir dan batin dari semua peserta apel yang dimulai dari pejabat eselon III dan IV hingga karyawan-karyawati.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Kotabaru,” ucap Bupati H. Irhami Ridjani saat memimpin langsung apel. Dinilainya bahwa disipilin PNS yang diperlihatkan dari jumlah peserta apel yang banyak sudah cukup baik, dan berharap kedisiplinan ini dapat dipertahankan diwaktu mendatang.
Namun demikian dia beserta wakil bupati dan sekda tetap akan melaksanakan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah SKPD untuk melihat langsung PNS yang masuk kerja pada hari pertama usai menjalani libur panjang.
Bupati juga mencanangkan “gerakan pembangunan Rp.1000,-“ setiap apel senin pagi. Gerakan moral untuk pembelian sepeda motor bagi pembina mualaf ini dimaksudkan untuk meringankan tugas mereka dalam menjangkau warga mualaf pedalaman dibeberapa wilayah kecamatan yang sulit dijangkau.
“Alhamdulillah, apabila ada yang bisa menyumbangkan lebih dari seribu rupiah,” kata bupati yang merencanakan bulan ini, 14 unit sepeda motor yang diperlukan dapat terealisasi.
Dalam apel pagi ini bupati menyerahkan secara simbolis kepada dua orang PNS, SK Kenaikan Pangkat regular bagi 69 orang PNS dari pangkat dan golongan IIId kebawah. (sfr)
Pantai Gedambaan Padat Pengunjung

Pantai Gedambaan Padat Pengunjung


GEMA - Liburan saat Idul fitri 1432 Hijriah dimanfaatkan warga untuk rekreasi bersama keluarga, ribuan warga datang padati lokasi wisata Pantai Gedambaan baik dengan roda empat maupun roda dua.

Sudah menjadi tradisi tahunan bila hari lebaran tiba, warga habiskan masa liburan bersama keluarga ketempat tempat wisata yang ada di Kotabaru.

Walaupun kemacetan panjang terjadi untuk memasuki lokasi wisata Gedambaan, tetapi warga tidak perduli dan tetap berjejal untuk menikmati liburan bersama keluarga, dikarenakan satu satunya akses jalan menuju kelokasi wisata hingga kepadatanpun terjadi.

Warga mengharapkan Pemerintah bisa mencarikan solusi dengan keadaan jalan objek objek wisata yang ada di Kotabaru, agar lebih baik dan tambah meningkat,karena menjadi objek wisata andalan Kotabaru.

Bukan hanya Pantai Gedambaan saja yang menjadi tujuan warga untuk berlibur, tetapi juga air terjun Tumpang dua di daerah sebelimbingan. (fjr)