Selasa, 29 Maret 2011

Indocement Resmikan Rumah Seni dan Budaya

Indocement Resmikan Rumah Seni dan Budaya


Dalam rangka mewujudkan tingginya minat warga Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru dalam hal kegiatan seni.  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meresmikan rumah seni dan budaya, pada Rabu,23 Maret 2011.

Gedung berukuran Panjang 26 Meter  x Lebar 10 Meter  diatas lahan seluas 600 meter persegi tersebut Diresmikan oleh Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Jakarta, Kuky Permana dan hadir pada acara peresmian CPIAD Manager Alexander Frans serta HRD Manager Bambang Sindukusumo Indocement Kantor Pusat, Muspika Kecamatan Kelumpang Hilir, Kepala Desa Tarjun & Kepala Desa Langadai,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,BPD,LPM

Dalam sambutannya Kuky mengatakan, telah dibangunnya rumah seni dan budaya, adalah upaya untuk mengimbangi dinamika kehidupan masyarakat dalam hal seni dan kebudayaan. Menurut dia, karena perlu dibangunnya rumah seni dan budaya sekaligus upaya mengimbangi pesatnya  kemajuan zaman yang dapat melunturkan seni-seni dan budaya itu sendiri. "Seperti kita ketahui sekarang ini banyaknya sarana-sarana menjadi tontonan yang bisa melupakan seni dan budaya. Oleh karena itu melalui rumah seni dan budaya ini, berharap budaya kita terus selalu terjaga," ungkap Kuky.

Tak lupa, Kuky mengingatkan sebagai bangsa timur kita harus selalu berupaya menjaga serta menghormati budaya-budaya yang ada dan untuk terus dikembangkan. "Terbangunnya rumah seni dan baca ini juga karena kebersamaan masyarakat Tarjun khususnya dan masyarakat Kotabaru pada umumnya," ucapnya.

Kuky menambahkan, tidak hanya rumah seni dan budaya, melalui Program Corporate Social Responsibily atau CSR, Indocement terus memutar laju roda kehidupan di sekitar operasional  perusahaan. Adapun CSR itu, tidak cuma di bidang seni dan budaya. Namun untuk sosial, Indocemet juga terus melakukan khususnya disektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, Keagamaan, olahraga dan keamanan.
Dia berharap, dengan upaya Indocement menjadikan sarana terjalinnya keharmonisan antara masyarakat dengan perusahaan.

Terpisah, Ketua Pengurus Rumah Seni dan Budaya, Hasiu mengatakan, keberadaan bangunan ini akan lahir seniman dan senimawati. "Tidak hanya itu, kami berharap keberadaan rumah seni dan budaya ini dapat menjalin rasa persatuan dan kesatuan," ungkap Hasiu.