Senin, 27 Juni 2011

Indocement Pabrik Tarjun Adakan Pelatihan Keterampilan Anyaman

Indocement Pabrik Tarjun Adakan Pelatihan Keterampilan Anyaman


GEMA – Puluhan Warga Desa binaan Pabrik Semen Tarjun, khususnya para ibu Rumah Tangga dapat Pelatihan keterampilan anyaman untuk usaha kecil micro, senin (27/06/2011).

Acara pelatihan diadakan di Rumah Seni dan Budaya Indocement Pabrik Tarjun, diikuti oleh 20 orang ibu Rumah Tangga yang berasal dari Desa Tarjun dan Desa Langadai, dua desa binaan Indocement Pabrik Tarjun.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh dua Instruktur, Ijum dan Norasiah dari Warga Tarjun Rt. 7 untuk memberikan pelatihan keterampilan secara langsung, bagaimana cara membuat anyaman kepada para ibu ibu yang hadir.

Keterampilan anyaman ini memanfaatkan limbah bekas pengikat kantong semen yang masih mempunyai nilai ekonomis untuk dijadikan barang kerajinan dan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi kalangan ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan ini, di samping untuk mengisi waktu luang. (fjr)



PT ITP Gelar Pelatihan Pertanian

PT ITP Gelar Pelatihan Pertanian


GEMA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, di Desa Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru memberikan Pelatihan Dasar Pertanian bagi masyarakat, khususnya warga disepuluh desa binaan (06/2011).

Pelatihan dasar pertanian ini merupakan realisasi dari Pilar Pendidikan dan Pilar Ekonomi, dua  dari 5 pilar yang mendasari Program Bina Lingkungan sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Produsen semen merk tiga roda. Pelatihan ini merupakan upaya untuk menciptakan unit-unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang pertanian di daerah Tarjun dan sekitarnya dan aplikasinya kepada 10 desa binaan sekitar operasional pabrik untuk dikembangkan.

Dan 10 desa binaan itu adalah Desa Tarjun, Langadai, Serongga, Tegalrejo dan Pulau Panci (Kecamatan Kelumpang Hilir), Sidomulyo, Simpang Tiga, Sungai Kupang dan Cantung Kiri Hilir (Kecamatan Kelumpang Hulu) dan Sungai Dua Kecamatan Batulicin.

Acara digelar di Pusat Pelatihan Pemberdayaan masyarakat (P3M) Indocement Pabrik Tarjun sebagai wadah percontohan, dan melakukan pelatihan kemandirian dalam upaya meningkatkan perekonomian warga desa binaan.

Kegiatan ini disampaikan 2 staf ahli perusahaan selaku Instruktur Pelatihan dengan menyampaikan materi salah satunya Dasar-dasar pertanian, jenis tanah, tata cara penanaman, jenis-jenis pupuk, cara pengolahan pupuk organik, Hama, pemeliharaan dan pemasaran.

Koordinator Sustainable Development Project Indocement Pabrik Tarjun, I Wayan Kedep mengatakan, saat ini kita melakukan kegiatan pelatihan kepada warga 10 desa binaan dengan menerapkan dasar-dasar pertanian guna dimanfaatkan warga yang memiliki lahan-lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Lanjutnya ”Kendala yang dihadapi petani saat ini adalah kurangnya informasi tentang jenis tanah dan jenis tanaman apa yang tepat untuk tanah tersebut, terkadang yang dilakukan jenis tanah tidak sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam sehingga hasilnya kurang maksimal dan kendala lainnya adalah hama terutama monyet yang banyak sekali di desa-desa sekitar.

Seorang peserta, Edy Hendri Kusmiran,Desa Cantung Kiri Hilir Batulasung mengatakan, sebelumnya telah mengikuti pelatihan budi daya peternakan dan sekarang mengikuti pelatihan dasar pertanian, banyak ilmu-ilmu yang bermanfaat didapatkan juga di praktekkan yang bisa kembangkan, apalagi 2 kegiatan ini saling berkaitan terutama dalam usaha pertanian.

”Melalui program ini, semoga taraf hidup warga lebih meningkat dan ilmu yang di dapatkan akan disampaikan kepada warga lainnya yang ingin belajar, agar manfaat ini dirasakan bagi semuanya dan terima kasih kepada perusahaan pabrik semen, selaku orang yang hidup bertetangga wajarlah bila saling bantu satu sama lain”, ditambahkan  Edy.

Akhir kegiatan, perusahaan produsen semen Tiga Roda juga memberikan bantuan bibit tanaman kepada para peserta untuk ditanam dan dikembangkan dilahan mereka yang belum dimanfaatkan. **

Sungai Gunung Bahalang Akan Jadi Penambah Stok Air Bersih Kotabaru

Sungai Gunung Bahalang Akan Jadi Penambah Stok Air Bersih Kotabaru

GEMA – Untuk mengatasi kekurangan air bersih yang terus dialami Warga Kotabaru bila musim panas tiba, Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani meletakkan batu pertama pembangunan Waduk Gunung Bahalang. Kamis (23/06/2011) dengan daya tampung yang lebih besar.

Peletakan batu pertama di Gunung Bahalang ini bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2011, dengan melakukan penanaman ribuan bibit pohon langka salah satunya jenis meranti putih.

Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani mengatakan “sungai di Gunung Bahalang ini ada lima sumber mata air, dan diharapkan masyarakat Kotabaru tidak akan lagi kesuliatan air bersih bila bendungan nanti selesai dikerjakan”.

“Lahan masyarakat disekitar bendungan akan digantikan dengan tanaman yang cocok, salah satunya tanaman karet. Selain untuk penghijauan dan penyerapan air, juga dapat menambah penghasilan masyarakat hingga tarap hidup lebih makmur” jelasnya.

Diperkirakan tinggi bendungan 7,50 mtr dan lebar 53,00 mtr, dengan kapasitas tampungan 198.750.00 m3. Rencananya bendungan Gunung Bahalang ini airnya akan disalurkan ke waduk Gunung Ulin melalui Pipanisasi 12 Inchi sepanjang 3000,00 mtr.

Bangunan  bendungan di Gunung Bahalang Desa Gunung Sari ini menelan dana tahap pertama diperkirakan sebesar Rp. 6,671,300.000. “ Pembangunan bendungan ini akan dilakukan bersama sama dengan Perusahaan yang ada di Kotabaru, agar bisa cepat selesai dikerjakan” ditambahkan Bupati. (fjr)
PT ITP Bangun Sarana Sosial dan Pendidikan

PT ITP Bangun Sarana Sosial dan Pendidikan



GEMA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berkomitmen untuk terus melaksanakan Program CSR (Corporate Social Responsibility) yang merupakan perwujudan dari Visi dan Misi Indocement. Melalui Program CSR, untuk turut meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat dan komunitas lokal serta terciptanya dukungan masyarakat terhadap perkembangan perusahaan karena perusahaan adalah bagian dari entitas sosial senin (27/06/2011).

Program CSR Indocement dilaksanakan dengan berpedoman pada ”Program Lima Pilar Pembangunan” yaitu Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi, Pilar Sosial Budaya Agama & Olahraga, serta Pilar Keamanan. Program tersebut diterapkan diseluruh lokasi usaha, baik di Pabrik Citereup, Pabrik Cirebon maupun Pabrik Tarjun, serta seluruh Terminal Semen Tiga Roda.

Program ini khusus untuk 10 desa binaan yang berlokasi disekitar perusahaan, adapun Program CSR yang dilaksanakan Pabrik tarjun pada Semester Pertama Tahun 2011, pada Pilar Pendidikan yaitu Bea Siswa untuk 22 Sekolah, Lomba kreativitas siswa, Bantuan komputer, Pembangunan pagar sekolah, Pelatihan Keterampilan, Training perikanan peternakan pertanian perkebunan, Pembangunan ruang kelas SDN Langadai.

Pada Pilar Kesehatan, Pelayanan Kesehatan disemua desa binaan, Sunatan massal, Pemberian makan tambahan untuk anak guna hindari gizi buruk, Donor darah, pembangunan MCK. Dan Pilar Ekonomi, Pembinaan small skill industri, Pelatihan untuk usaha kecil menengah (UKM), menyalurkan kredit modal kerja untuk UKM, Pemberian bibit perkebunan & pertanian, bantuan ribuan bibit ikan Nila,

Selanjutnya Pilar Sosial Budaya Agama & Olahraga, perbaikan jalan utama desa, pembangunan parit, perbaikan gorong-gorong, pembangunan tambahan ruangan & pondasi tong air kantor desa, bhakti sosial, acara keagamaan & tabliq akbar, bantuan sarana kesenian, bantuan untuk masjid jami tegalrejo, bantuan untuk masjid jami tarjun, pembangunan pagar musholla, pagar balai adat dan pagar gereja.

Kemudian, Pilar Keamanan yakni training pemadaman kebakaran, linmas tarjun, pembangunan 2 buah pos kamling, SAR Indocement turut serta membantu keamanan perairan sekitar dermaga perusahaan, kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk pencarian orang hilang & tenggelam serta membantu penanggulangan bencana alam.
Kepala SDN Langadai, Fansurullah mengatakan, terimakasih kepada Perusahaan semen atas bantuannya yang telah membangunkan ruang kelas dan Insya Allah, kalau tidak ada halangan bulan Juli 2011 mendatang selesai dikerjakan.

HRSCS Divisi Manager Indocement Pabrik Tarjun, H.Achmadi mengatakan Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat terutama 10 desa binaan Indocement unit Pabrik Tarjun.

Dan pembangunan sarana pendidikan termasuk dalam program pilar pendidikan merupakan program CSR perusahaan, dalam hal ini Indocement terus memberikan dukungan dalam hal peningkatan SDM tapi tidak terpokus hanya untuk satu kegiatan saja tetapi juga kegiatan lainnya, Achmadi menambahkan. **

Jumat, 24 Juni 2011

Dua Buah Bangunan Ludes Dilahap Api

Dua Buah Bangunan Ludes Dilahap Api

GEMA – Masyarakat kembali di gegerkan dengan adanya si jago merah, dikala tertidur pulas sekitar pukul 2.30 dini hari tiba tiba kobaran api muncul di salah satu rumah warga Desa Batuah Jum’at (24/6/2011).

Kemunculan si jago merah dengan tiba tiba, membuat panik warga RT.6 Desa Batuah exs Makam Pahlawan, api meluas dengan cepat hingga dua buah bangunan ludes dilahap, “Rumah Warga dan Gedung Olah Raga Bulu Tangkis Batuah”.

Informasi dari warga sekitar bahwa api berasal dari rumah Pa Yoyot (alm) Mantan Kepala Desa Batuah, yang dihuni oleh 3 KK, “mereka hanya bisa menyelamatkan diri tanpa bisa membawa harta bendanya, karena api cepat membesar” dikatakan salah satu warga.

Pemadam kebakaran gabungan membelokir lokasi api, agar tidak menyebar luas kepemukiman, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya kerugian harta benda jutaan rupiah, sebab kejadian api masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. ( fjr )
Bupati Kotabaru Bersama Rombongan Lakukan Penanaman Bibit Pohon Meranti Putih

Bupati Kotabaru Bersama Rombongan Lakukan Penanaman Bibit Pohon Meranti Putih


GEMA – Bupati dan rombongan lakukan penanaman ribuan bibit pohon meranti putih di kawasan Desa Gunung Sari, Kamis (23/6/2011) bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan bendungan di Gunung Bahalang.

Penanaman bibit pohon meranti putih melalui BLHD ( Badan Lingkungan Hidup Daerah ) Kotabaru, serempak dilakukan oleh Bupati Kotabaru, Kepala SKPD, Muspida, Perusahaan dan para undangan, terbagi dibeberapa lokasi di Gunung Bahalang yang sudah disiapkan.

Dalam wawancara dengan Wartawan Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani mengatakan, tujuan penanaman bibit pohon meranti putih ini untuk jangka panjang, karena meranti putih satu satunya di dunia yang ada di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, disamping itu juga untuk penghijauan.

Banyak keuntungan dengan pohon meranti putih ini kedepannya, dan bisa dipasarkan juga pengenalan melalui media internet kepada dunia luar. Nantinya akan disertifikasikan agar tidak diambil oleh pihak lain hak kepemilikannya “ ditambahkan Bupati “.  ( fjr ) 



Senin, 20 Juni 2011

Hj. Sri Maria Ningsih Koordinasikan GSI di Berangas

Hj. Sri Maria Ningsih Koordinasikan GSI di Berangas



 

GEMA - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotabaru Hj Sri Maria Ningsih Irhami melakukan rapat koordinasi dalam rangka pembinaan program Gerakan Sayang Ibu di Berangas, Kamis (16/6).

Hj. Sri Maria Ningsih mengharapkan agar pembinaan yang dilakukan di kecamatan ini dalam waktu relatif singkat, dapat mensinergikan semua pihak yang terkait, dengan mengedepankan semangat kebersamaan, karena dengan tekad demikian maka hasil maksimal akan dapat tercapai.
Terhadap Kecamatan Pulau Laut Timur yang terpilih mewakili Kabupaten Kotabaru dalam lomba di tingkat provinsi, sangat beralasan karena termasuk kecamatan yang sudah maju, kata Sri maria Ningsih yang juga Ketua Pokja GSI Kotabaru. Namun demikian dia tetap menghimbau kepada semua stakeholder di wilayah ini agar selalu melakukan perubahan ke arah kemajuan, sesuai dengan visi misi pemerintah daerah Kotabaru.
Berlangsung di Aula Kecamatan Pulau Laut Timur, rakor diikuti oleh anggota kelompok kerja program Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kabupaten Kotabaru tahun 2011, yakni Camat H. Budi Antara, SP, Kabid Kualitas Hidup Perempuan Fadjariyana, S.Psi, M.Psi dari Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Badan KBPP&PA), Kasi Kesehatan Ibu dan Anak Hj. Hadi Puryani dari Dinas Kesehatan, Koordinator KB Kecamatan, Ketua Pokja IV TP. PKK Kabupaten Kotabaru dan Ketua TP. PKK Kecamatan.
Disampaikan keterangan dari Fadjariyana dari Badan KBPP&PA sebagai leading sector kegiatan ini, bahwa terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) program GSI berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kotabaru Nomor 188.45/234/KUM/2011 tertanggal 3 Mei 2011 merupakan gerakan untuk mengembangkan kualutas wanita, terutama mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat, dengaan sasaran meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Dan dalam Keputusan Bupati tersebut, termaktub Pokja beranggotakan 8 orang, dimana masing-masing 4 orang dari Kabupaten dan Kecamatan, dengan tugas pokoknya melakukan pengkajian dan analisa terhadap masalah yang berhubungan dengan penurunan AKI, merumuskan rencana kerja dan kebijakan, mengembangkan metode pemantauan, melakukan monitoring dan evaluasi yang berujung pada meningatnya kualitas pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil melalui Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit.
Sedangkan kecamatan yang melaksanakan GSI Kabupaten Kotabaru tahun ini adalah Kecamatan Pulau Laut Timur, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kotabaru Nomor 188.45/239/KUM/2011 tanggal 31 Mei 2011. Dengan terpilihnya kecamatan ini, selanjutnya akan dibina dan diikut sertakan dalam lomba kecamatan GSI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut informasi Fadjariyana, bahwa tim penilai provinsi pada pertengahan Juli nanti akan melakukan penilaian di Bumi Rancah Maurai (sfr).

Sabtu, 18 Juni 2011

Polres Kotabaru Unjuk Kebolehan Dalam Lomba Dalmas Sekalsel

Polres Kotabaru Unjuk Kebolehan Dalam Lomba Dalmas Sekalsel


GEMA - Anggota Satuan Polisi Kotabaru terbagi dua pasukan, dalam unjuk kebolehan untuk lomba peragaan pengendalian masyarakat, selasa (14/6/2011) di Siring Laut.

Perlombaan peragaan pengendalian masyarakat sekalimantan selatan ini dinilai langsung oleh Polisi Daerah Banjarmasin di Kabupaten masing masing, dan diantara 13 Kab/Kota yang ada di Kalsel Kabupaten Kotabaru yang terakhir dilakukan penilaian, karena Kabupaten yang paling jauh dari Provinsi Kalsel.

Katagori yang dinilai diantaranya peragaan, kekompakan dan baris berbaris, dua pasukan yang berlaga yaitu pasukan perisai dan pleton. (fjr)

Minggu, 12 Juni 2011

Karena lapuk, Tujuh Buah Bangunan Roboh

Karena lapuk, Tujuh Buah Bangunan Roboh


GEMA – Tujuh buah bangunan yang ada di kawasan empat serangkai roboh karena sudah lapuk.

Bangunan rumah yang terbuat dari kayu lemah ini, dan berpetak-petak diatas permukaan air dikawasan empat serangkai pelabuhan pendek Kelurahan Kotabaru Tengah roboh bersamaan minggu (12/6).

Kejadian ini mengejutkan warga, karena tidak ada angin dan gelombang, sekitar pukul 15.20 wita pemukiman warga roboh bersamaan, dikarenakan pondasi bangunan sudah lapuk dan menyatu dengan yang lainnya.

Bangunan exs gudang rotan yang kini dijadikan tempat tinggal oleh warga dan pelabuhan pendek untuk speed board ini memang sudah berumur ujur, tetapi masih dipergunakan warga untuk beraktifitas. Walaupun sebagian jembatan sudah ada yang diperbaiki dengan bangunan permanen.

Camat Pulau Laut Utara Drs.Johannor dan Lurah Kotabaru Tengah Khairian Anshari, S.STP, M.Si bersama staf langsung turun kelokasi, melakukan pendataan kepada warga yang kena musibah. Informasi yang kami dapatkan dari warga, bahwa rencananya minggu (12/6) pondasi bangunan akan diperbaiki tetapi naas bangunan keburu ambruk.


Tidak ada korban dalam musibah ini, tetapi warga terpaksa harus meninggalkan tempat tinggal mereka dengan membawa barang-barang ketempat keluaraga melalui jalur laut.

Nama - nama KK yang kena musibah :

- Ranto - 6 jiwa, Ilham - 4 jiwa, Ardian – 4 jiwa, Sitar yang disewakan kepada Kasman – 3 jiwa, Leman – 4 jiwa, Bayah – 2 jiwa dan 1 bangunan loket Tarjun. ( fjr )

Sabtu, 11 Juni 2011

Korban KM. Martasiah Dapat Santunan

Korban KM. Martasiah Dapat Santunan


GEMA – Korban Kapal Motor Martasiah yang tenggelam Senin (6/6) kemarin, di daerah Tanjung Dewa  mendapat bantuan serta santunan dari Bupati Kotabaru dan Jasa Raharja.

Ahli waris korban tenggelamnya Kapal Motor Martasiah Jum’at (10/6) mendapatkan bantuan dan santunan dari Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani juga pihak Jasa Raharja dihalaman Kantor Bupati.

Bantuan diberikan secara simbolis kepada 19 para ahli waris yang ada di Kotabaru, dan 4 orang warga di Geronggang, 6 orang warga di Jawa Timur, kepengurusannya akan dilakukan secepatnya. Santunan ini diberikan berupa buku tabungan kepada ahli waris korban.

Para korban diberikan bantuan per jiwanya 25 Juta untuk yang meninggal dunia dari Jasa Raharja dan 2 Juta dari Bupati kotabaru, untuk korban yang selamat tetap akan diberikan bantuan biaya pengobatan sampai mereka benar-benar sembuh. Fjr




Kamis, 09 Juni 2011

Waktu Pencarian Korban Kapal Tenggelam Ditambah

Waktu Pencarian Korban Kapal Tenggelam Ditambah

example2 
fhoto : herliansyah
Korban selamat kapan tenggelam, mulai berangsur mendatangi kantor Polairut Polres Kotabaru, untuk mengambil barang-barang mereka yang hanyut saat kejadian 
KOTABARU - Bupati Kotabaru Irhami Ridjani menuturkan pencarian korban kapal tenggelam, masih terus dilanjutkan hingga satu minggu ke depan yang dilakukan Tim SAR gabungan Basarnas dan Polairut Polres Kotabaru.

"Kalau minimalnya tiga hari, pencarian kita maksimalkan menjadi satu minggu," kata Irhami di ruang kerjanya, hari ini kepada wartawan.

Pencarian korban masih dilakukan, adanya laporan kehilangan salah satu anggota keluarga korban.

"Laporannya masih tiga orang. Kalau dua orang ada laporannya, satu orang tidak ada laporannya. Sesuai jumlah diperikaran total penumpang 105," ucapnya.

Sementara hingga berita dilansir, total penumpang teridentifikasi hingga saat ini sebanyak 102 orang, 73 korban selamat 29 korban meninggal.

Sumber :  BANJARMASINPOST.CO.ID

Rabu, 08 Juni 2011

KM MARTASIAH B II TENGGELAM DI TANJUNG DEWA

KM MARTASIAH B II TENGGELAM DI TANJUNG DEWA



KM. Martasiah BII yang berangkat dari pelabuhan panjang Kotabaru tujuan Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah, Senin siang  (6/6) tenggelam di perairan Tanjung Dewa.
Tim penyelamat bergegas ke tempat kejadian guna evakuasi korban. Tercatat kapal dan speedboat  yang membawa tim penyelamat adalah milik KPPP, Adpel, Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru, Pelindo III, ITP Tarjun, Arutmin, Thiess dan dibantu masyarakat nelayan.
Belum diketahui dengan pasti penyebab kecelakaan, namun dari informasi yang beredar di Posko KPPP di pelabuhan panjang jalan Cipta Sari Kotabaru, kapal terbalik dan tenggelam dikarenakan gelombang tinggi diiringi cuaca buruk di perairan Tanjung Dewa kapal. Martasiah BII meninggalkan pelabuhan pukul 11.00 wita, dan kurang lebih satu jam kemudian mengalami musibah.
Hingga pukul 21.00 wita, sumber di KPPP (Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan ) menyebutkan data korban telah berhasil dievakuasi berjumlah 90 orang, dimana 73 orang selamat dan 17 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia 4 jiwa dibawa ke Geronggang, sedangkan 13 jiwa lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru untuk dilakukan otopsi. Korban ini sebagian sudah teridentifikasi dan diperbolehkan pihak RSUD dibawa pulang oleh keluarga.


Dari 73 korban selamat, 25 orang korban berada di Posko Geronggang,  17 di Posko Tanjung Batu dan 31 orang yang dibawa ke Kotabaru. 10 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru, sisanya diperbolehkan pulang. Sedangkan 4 orang ABK (Anak Buah Kapal) Martasiah BII masih menjalani pemeriksaan Polrres Kotabaru.
Koordinasi penanganan musibah terus berjalan, di Posko KPPP nampak beberapa Kepala SKPD dan Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor dan anggota dewan lainnya Muhammad Faruk, H. Gegen Genta. Sementara masyarakat memenuhi pelabuhan menyaksikan proses evakuasi, dan sebagian warga yang sanak kerabatnya ikut menumpang di kapal naas tersebut, mencari kejelasan nasib keluarganya.

Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani saat mendengar informasi kecelakaan berada di luar kota, bergegas pulang dan langsung menuju RSUD Kotabaru dimana Wakil Bupati Rudy Suryana telah beberapa waktu sebelumnya telah berada di rumah sakit milik Pemkab tersebut.
Pada sore hari, informasi dari posko KPPP dinyatakan bahwa kapal Martasiah BII telah berhasil dipindah dari lokasi kecelakaan ke tempat lebih dangkal untuk memudahkan tindakan lebih lanjut dari tim penyelamat. Dan tidak berapa lama Bupati Irhami bersama unsur Muspida lainnya, memutuskan menuju lokasi kecelakaan perairan Tanjung Dewa guna melihat langsung penanganan korban di lapangan.


Pencarian kembali dilakukan Selasa (7/6) sekitar pukul 10.30 wita, korban kembali ditemukan 10 orang meninggal dan 1 orang kritis,  langsung ditangani tim medis dengan ambulance yang sudah disiapkan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru. Jumlah korban sementara bertambah, yang selamat jadi 74 orang dan yang meninggal dunia 27 orang.
Rabu, (8/6) tim gabungan penyelamat kembali menyisir area kejadian, dan kapal penumpang barang Martasiah II dibawa kedaerah lebih dangkal dikawasan Pulau Nangka dan Pulau Burung, sekitar pukul 9.00 pagi 2 korban ditemukan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru untuk dilakukan otopsi. Identitas korban masih belum diketahui.

Sumber di KPPP (Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan ) menyebutkan data korban telah berhasil dievakuasi di hari ketiga berjumlah 103 orang, yang mana 74 orang selamat dan yang meninggal dunia 29 orang, diperkirakan ada 2 orang lagi yang belum ditemukan karena info dilapangan mengatakan ada sekitar 105 orang penumpang. (sfr)
TARIAN KOLOSAL SUKSES, PENARI DIJAMU BUPATI MAKAN MALAM

TARIAN KOLOSAL SUKSES, PENARI DIJAMU BUPATI MAKAN MALAM


Memberikan apresiasi atas suksesnya penampilan tarian kolosal puncak pengingatan HUT Kotabaru ke 61/2011, Bupati H. Irhami Ridjani mengadakan jamuan makan malam, Sabtu (4/6) di gedung Paris Barantai.
Dan dalam kesempatan tersebut, Hj. Sri Maria Ningsih Irhami menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 7.500.000,- untuk pembinaan Yayasan Pusaka Saijaan. Malam ramah tamah bersama dengan Yayasan Pusaka Saijaan dan pendukung tari kolosal tersebut, merupakan bentuk penghargaan secara pribadi maupun pemerintah daerah atas keberhasilan menyuguhkan tari massal yang dapat menampilkan kesan dan pesan pembangunan Kabupaten Kotabaru.


Ketua Yayasan Firhansyah mengatakan bahwa apiknya penampilan tarian yang mengawali rangkaian puncak Hari Jadi Kabupaten Kotabaru 1 Juni lalu, adalah buah kerja keras siang dan malam dari semua pihak yang terlibat, termasuk para orangtua yang setia mendampingi anak-anaknya selama berlatih.
Firhansyah mengutarakan sejarah berdirinya Yayasan Pusaka Saijaan, awalnya hanya sebuah sanggar dalam menghimpun para seniman tari tradisional dan modern, dan juga sempat dibina langsung oleh H. Irhami Ridjani dan istri sewaktu masih menjabat Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotabaru. Namun dalam rentang waktu tersebut dan hingga kini, yayasan belum memiliki wadah tetap untuk berlatih maupun mengadakan pementasan yang memang khusus tempatnya, tambah Firhansyah
Menanggapi aspirasi ketua yayasan, Bupati H. Irhami Ridjani tidak bisa memberikan janji, akan tetapi dalam perencanaannya, diupayakan ada gedung kesenian yang representatif. “ Pergeseran pembangunan infrastruktur Kotabaru ke kota lama di Desa Sebelimbingan memungkinkan untuk dibangunnya gedung kesenian “ kata Irhami yang langsung mendapat aplaus hadirin.
Dan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru, hendaknya agar memanfaatkan Yayasan Pusaka Saijaan melalui kesenian yang telah banyak mengukir prestasi, dalam menyebar luaskan atau sosialisasi program kegiatan, saran bupati menyikapi promosi yang disampaikan ketua Yayasan Pusaka Saijaan.
Jamuan makan bersama, selain disuguhkan ragam macam makanan, hadirin dihibur kesenian mamanda berjudul “ tangisan tengah malam, “ dipersembahkan sanggar pusaka saijaan. Penampilan kocak mamanda ini menambah keakraban yang juga dihadiri Unsur Muspida, Wakil Bupati Rudy Suryana dan Plt. Sekda H. Suriansyah. (sfr)
SAR Temukan 27 Korban Tewas KM Martasiah

SAR Temukan 27 Korban Tewas KM Martasiah

KOTABARU - Tim Search And Rescue (SAR) Kotabaru, Kalimantan Selatan hingga Selasa (7/6/2011) petang berhasil menemukan 27 korban tewas akibat tenggelamnya KM Martasiah di Tanjung Dewa, Kotabaru, Kalsel Senin (6/6/2011).
example2
Rusliansyah mengaku belum dapat memastikan jumlah penumpang KM Martasiah yang pasti, karena tidak ada manives/daftar penumpang.
"Jika penumpang Martasiah nerjumlah 105 orang, maka masih ada lima korban belum ditemukan," jelasnya Akan tetapi jika jumlah penumpang hanya 100 orang, maka semua korban Martasiah sudah ditemukan, korban selamat 73 orang dan meninggal dunia 27 orang.
Korban meninggal dunia, lanjut Rusliansyah, semuanya disebabkan akibat mati lemas.
Ia menuturkan, telah mengerahkan sebanyak delapan penyelam untuk melakukan pencarian korban didasar laut.
Koordinator SAR Kotabaru belum memastikan kapan pencarian korban akan dihentikan.
Sementara itu, KM Martasiah merupakan jenis kapal kayu ang mengangkut penumpang dan barang.
Kapal Martasiah membuka pelayaran Kotabaru-Geronggang, Kelumpang Tengah, untuk menempuh perjalanan ke Geronggang memerlukan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.
Rencananya, KM Martasiah Senin (6/6/2011) sekitar pukul 10.00 Wita bertolak dari pelabuhan Panjang Kotabaru menuju pelabuhan Geronggang.
Baru sekitar 1,5-2 jam berlayar, atau tepatnya di perairan Tanjung Dewa lambung kapal sebelah kanan dihantam ombak dan angin kencang yang membuat kapal oleng dan tenggelam.

Sumber : BANJARMASINPOST.co.id

Selasa, 07 Juni 2011

TENGGELAM, PULUHAN PENUMPANG KAPAL HILANG

TENGGELAM, PULUHAN PENUMPANG KAPAL HILANG

 Evakuasi penumpang kapal yang tenggelam di Tanjung

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kapal penumpang dan barang KM Martasiah jurusan Kotabaru-Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah tenggelam di perairan Tanjung Dewa, perairan selat Pulaulaut, Senin (6/6) sekitar pukul 13.00 Wita.

Belum diketahui pasti penyebab tenggelam kapal dari Kotabaru hendak menjuju Geronggang tersebut, namun dikabarkan puluhan penumpangnya hilang.

Pantauan di lapangan, belum diketahui secara rinci berapa jumlah penumpang yang menumpang kapal tersebut. Namun informasi diperoleh para penumpang kebanyakannya pedagang dari Kotabaru yang ingin menggelar dagangan. Karena besok di Geronggang hari pasar.

Dari musibah ini, tim sar dan KPPP Kotabaru sudah berhasil menyelamatkan belasan orang penumpang yang kini masih mendapat perawatan di kantor KPPP.

(herliansyah/bpost online)

Senin, 06 Juni 2011

PDBI KOTABARU MILIKI DRUMBAND TERBANYAK SE KALSEL

PDBI KOTABARU MILIKI DRUMBAND TERBANYAK SE KALSEL

Bermunculannya grup drumband di Kotabaru beberapa tahun terakhir, mencatatkan PDBI Kabupaten Kotabaru sebagai induk organisasi yang memiliki unit drumband terbanyak se Kalimantan Selatan.
Persatuan Drum Band Indonesia ((PDBI) Kabupaten Kotabaru sampai saat ini didukung sebanyak 22 unit.  Grup drumband berasal dari lembaga pendidikan, yakni dari pra sekolah, SD, SMP dan SMA, ditambah drum band Gita Jaya Bamega dibawah binaan Kodim 1004 Kotabaru. Dari sebagian besar para anggota senior drumband FKPPI inilah kemudian membentuk dan melahirkan unit yang ada di sekolah.
Pesatnya perkembangan drumband rupanya mendapatkan perhatian PDBI pusat, terbukti akan diselenggarakannya kejuaraan daerah drumband tingkat provinsi Kalimantan Selatan di Kotabaru tahun 2012. “ PDBI pusat menunjuk Kabupaten Kotabaru sebagai tuan rumah, karena di provinsi sendiri belum terbentuk pengurus PDBI “ kata Ketua PDBI Kotabaru hairul Aswandi, SE, M.Si, ketika melaporkan kegiatan lomba kirab drumband, Rabu (1/6).
Keberadaan PDBI Kotabaru telah didukung penuh pemerintah daerah, terutama dalam event penting selalu melibatkan drumband, baik secara grup maupun massal dalam menyemarakkan suasana. Demikain pula pengadaan peralatan drumband standart dibantu sepenuhnya oleh Pemda. Peralatan tersebut bisa dipergunakan untuk mengikuti 3 jenis perlombaan, ujar Hairul Aswandi yang juga Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kotabaru.
Dalam waktu dekat, drumband Kotabaru juga akan mengikuti kejuaraan nasional di Yogyakarta. Untuk itu lanjut Hairul Aswandi, akan dilakukan penyeleksian atlit dari 22 unit drumband. Dan di lomba kirab drumband dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kotabaru ke 61/2011, menjadi salah satu kesempatan bagi PDBI untuk melihat potensi atlit drumband yang akan dipersiapkan dalam dua event tersebut. (Sfr)

Lomba Kirab Drumband Meriahkan 1 Juni Harjad Kotabaru

Lomba Kirab Drumband Meriahkan 1 Juni Harjad Kotabaru

GEMA - Lomba Kirab drumband keliling kota oleh 12 grup drumband, turut memeriahkan peringatan Hari jadi Kabupaten Kotabaru ke 61.
Start dari halaman gedung DPRD Kotabaru dan finis di lapangan Siring Laut, Rabu (1/6). Grup drumband SD Dirgahayu sebagai peserta pertama yang melintas di hadapan undangan, dilepas oleh Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani. Ikut menyaksikan kemeriahan suasana lomba adalah Sri Maria Ningsih Irhami, Ketua DPRD Alpidri Supian Noor beserta istri, Komandan Kodim Sinthu BAS Ignatius juga beserta istri dan Ketua PDBI Kotabaru Hairul Aswandi.
Menyambut baik kegiatan lomba yang diprakarsai Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Kotabaru, Bupati menghendaki kegiatan ini dipertahankan untuk menyambut dan memeriahkan setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru, sekaligus menjadi sarana menyalurkan bakat dan kemampuan, sehingga dalam keterampilan menggunakan peralatan drumband, anak dan remaja Kotabaru tidak kalah dengan daerah lainnya.
“ Semoga lomba ini mampu membentuk generasi Saijaan yang berkualitas, berilmu, berakhlak mulia dan sehat jasmani. Oleh karenanya seluruh potensi dan bakat harus dikembangkan semaksimal mungkin, “ harap Irhami Ridjani.
Sementara lomba kirab drumband yang menilai ketahanan dan ketepatan waktu ini, diikuti 12 unit drumband, terdiri dari katagori umum 4 grup, dan pelajar 8 grup drumband. Dari hasil penilaian dewan juri diperoleh hasil, katagori pelajar Juara I SDN Baharu Selatan, disusul juara II dan III adalah SDN Baharu Selatan dan SDN Rampa. Sedangkan umum juara I SMAN 2 Stagen, juara II FKPPI Kodim/1004 dan Juara III SMPN 1 Kotabaru.
Dari pantauan, mulai garis start, kiri kanan sepanjang jalan rute hingga finish, nampak antusias warga Kotabaru menyaksikan grup drumband melakukan atraksinya. Kemeriahan ini membuat polisi bekerja ekstra menertibkan agar lalu lintas dari jalanan dalam kota yang dilewati. (Sfr)

Jumat, 03 Juni 2011

Permainan Tradisional Masih Banyak Penggemarnya

Permainan Tradisional Masih Banyak Penggemarnya


GEMA -
D
ijaman modern sekarang ini permainan tradisional ternyata masih banyak penggemarnya, terbukti di hari peringatan ulang tahun ke 61 Kabupaten Kotabaru.

Dalam rangka memeriahkan hari jadi Kotabaru, banyak kegiatan diselenggarakan dibeberapa tempat dengan aneka macam acara. Baik olahraga, Keagamaan, sosial dan lainnya. Salah satunya permainan tradisional, seperti Balogo, Enggrang dan Tarik tambang di halaman Siring Laut selama tiga hari (27 - 29/5).

Cabang olahraga tradisional ini diikuti oleh seluruh Instansi Vertikal yang ada di Kotabaru, generasi muda banyak yang suka dengan permainan ini karena unik dan menarik, karena sekarang sulit menemui permainan seperti ini di kalangan muda bahkan bisa dibilang langka.

Hanya pada momen – momen tertentu, permainan tradisional seperti Balogo, Enggrang dan Tarik tambang ini diadakan, agar bisa memperkenalkan dan membudidayakan kepada generasi muda biar tidak hilang seiring perkembangan jaman.

Dalam sambutannya Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Ham, Drs. Lukman, M.Si mengatakan, kedepannya permainan ini bisa dikembangkan lagi dengan beberapa cabang dan lebih ditingkatkan, dengan adanya event seperti ini diharapkan bisa membangun silaturrahmi dan mempererat persaudaraan hingga terjalin kebersamaan dalam membangun Kotabaru.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR) selaku Panitia pelaksana Lomba, mengumumkan hasil pemenang lomba untuk tiga cabang yaitu Balogo, Enggrang dan Tarik Tambang, setiap cabang hanya diambil tiga pemenang.


Untuk cabang tarik tambang juara pertama  POLRES, juara kedua DANLANAL, juara ketiga SEKWAN dan untuk cabang enggrang juara pertama STIKIP Paris Barantai , juara kedua SATPOL PP, juara ketiga DISPORABUDPAR sedangkan untuk cabang balogo juara pertama Dinas Pekerjaan Umum, juara kedua DISPORABUDPAR, juara ketiga Dinas Pasar, untuk penyerahan tropi dan piagam diberikan langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Ham, Drs. Lukman, M.Si.  fjr

Kamis, 02 Juni 2011

Dua Pecatur Kotabaru Wakili Kalsel Prapon Pontianak

Dua Pecatur Kotabaru Wakili Kalsel Prapon Pontianak


GEMA - Tri Basuki Rahman dan Zainal Arifin, mewakili Kalimantan Selatan dalam Prapon di Pontianak pada 1 – 6 Juni mendatang.
Tri Basuki Rahman  berpredikat Master Percasi dan Zainal Arifin, MN (Master Nasional) akan turun di nomor beregu dan perorangan, bersama pecatur dari kabupaten/kota lain akan berjuang di kompetisi catur tersebut untuk lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau nanti.
“ Kami dan empat pecatur lainnya akan berupaya maksimal mendapatkan tiket berlaga di PON nanti, “ kata Tri Basuki Rahman, disela kesibukannya sebagai ketua pelaksana turnamen catur Bupati Cup I 2011, Jum’at (27/3).
Di ajang kualifikasii PON di Pontianak Kalimantan Barat tersebut, selain tuan rumah, pecatur Kalsel akan bersaing ketat dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, tambah Tri Basuki yang juga Ketua Harian PB. Percasi Kotabaru.
“ Kalimantan Timur memiliki pecatur yang cukup handal, “ ujar Camat Pulau Laut Kepulauan ini memetakan kekuatan lawan yang akan dihadapi. Dan untuk lolos, paling tidak harus berada di peringkat kedua, itupun harus melalui babak playoff, tambahnya.
Bupati H. Irhami Ridjani, sekaligus Ketua Umum PB. Percasi Kotabaru mengharapkan pecatur Kalsel dapat merebut tiket menuju PON. Khusus dua master Kotabaru diminta mempersiapkan diri sebaik mungkin, agar dalam bertanding diperoleh hasil maksimal, yang akan menjadi kebanggaan pribadi dan mengharumkan nama daerah, kutip Tri Basuki ketika bertemu bupati menjelang keberangkatan. (Sfr)
Percasi Gelar Turnamen Catur Bupati Cup I

Percasi Gelar Turnamen Catur Bupati Cup I

GEMA - Cabang olahraga catur turut berpartisipasi memeriahkan Hari jadi Kabupaten Kotabaru ke 61, bak gayung bersambut, sebanyak 66 pecatur ambil bagian untuk beradu teknik dan strategi diatas papan catur pada turnamen catur Bupati Cup I 2011.
Peserta terbagi dalam dua katagori. Senior putra atau umum diikuti 45 orang, dan pecatur putra putri harapan masa depan, tergabung dalam kelompok junior berjumlah 21 peserta. Pertandingan menggunakan sistem  Swiss Perpect, dimana kelompok senior harus memaiinkan 7 babak, dan junior hanya 5 babak.
Bertempat di halaman Kantor Camat Pulau Laut Utara, hingga Jum’at (27/5), di kelompok senior menyisakan satu  babak, dengan peringkat teratas sementara Zainal Arifiin, MN (Master Nasional). Turnamen kali ini, selain Zainal Arifin, pecatur lain penyandang master nasional yang turun berlaga adalah Rahmatullah.
“ Di momen Hari Jadi Kotabaru dan turnamen yang digelar Percasi ini, kiranya akan muncul bibit catur junior yang potensial untuk menyambut tongkat estapet para seniornya, kata Ketua Harian PB. Percasi Kotabaru Tri Basuki Rahman sekaligus ketua pelaksana turnamen.
Geliat olahraga di kalangan remaja mulai Nampak, tambahnya. Perkembangan menggembirakan ini tidak lepas dari peran pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kotabaru selaku penyelenggara Olympiade Olahraga dan Seni Nasional (OOSN) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah, menjadikan catur sebagai salah satu cabang olahraga yang dilombakan.
Event Bupati Cup I tahun ini lebih meriah karena jumlahnya lebih banyak dan adanya pecatur beberapa kecamatan, menambah semangat bertanding. Kecamatan yang menurunkan pecaturnya adalah Kecamatan Utara (Pudi), Kelumpang Selatan (Pantai), Pulau Laut Barat dan Pulau Laut Timur, sebut Tri Basuki. (Sfr)