Home » » GOW KOTABARU SOSIALISASIKAN KESETARAAN GENDER

GOW KOTABARU SOSIALISASIKAN KESETARAAN GENDER

Hak Cipta By : gemasaijaanonline Posting Hari : Jumat, 27 Mei 2011 Jam : 10:38:00 AM


Guna memperoleh pemahaman tentang kemitra-sejajaran pria dan wanita di kalangan remaja, GOW Kotabaru laksanakan sosialisasi, Selasa (24/5) di gedung Ratu Intan.
Dihadiri Ketua TP. PKK Kabupaten Kotabaru Sri Maria Ningsih, memasyarakatkan kemitra-sejajaran pria dan wanita di kalangan generasi muda oleh Gabungan Organisasi wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru Program Kerja Bidang Pendidikan dan Iptek, menghadirkan nara sumber H. Ramadhan, S.Ag dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kotabaru dan Fajariana dari Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kotabaru.
Kegiatan ini diikuti 75 orang remaja, yang merupakan siswa-siswi dari 5 SMA/SMK di kota Kotabaru. Diharapkan dengan mengundang para pelajar yang sudah menginjak usia remaja ini, akan memberi bekal dan pemahaman yang baik mengenai kemitra-sejajaran pria dan wanita, atau lebih akrab dengan istilah kesetaraan gender. Dan hendaknya dari pemahaman ini dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demikian Ketua GOW Kotabaru Tri Laely Faruk melaporkan.
Kesetaraan gender merupakan kondisi tidak adanya perbedaan hak dan kewajiban antara kaum laki-laki dan kaum perempuan. Pemberdayaan terhadap perempuan di bumi Saijaan ini haruslah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya, tambah Tri Laely Faruk. Pemberdayaan perempuan ini akan menimbulkan sikap kemandirian yang sangat diperlukan dalam mendukung kemitraan, dan dalam keadaan tertentu juga akan siap menjadi tulang punggung dalam keluarga, dengan tetap memenuhi kodratnya sebagai perempuan.
H. Ramadhan, S.Ag yang didaulat memaparkan kesetaraan gender dalam pandangan Agama Islam, menyebutkan bahwa 14 abad yang lalu, Islam telah memberikan apresiasi sepenuhnya pada persamaan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam hal ibadah kepada Allah SWT, namun Islam akan menolak apabila kesetaraan gender melupakan kodrat dan nilai atau norma yang harus ditaati dalam menjaga harkat dan martabat ummat.
Dan tidak dapat dipungkiri, laki-laki dan perempuan memang berbeda, baik fisik maupun fisiologi-nya, tambah Ramadhan mengutip hasil penelitian ahli. Akan tetapi dalam mengejar kehidupan didunia ini tentunya harus sesuai dengan tuntunan agama, dan Allah SWT tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan, bahkan dianjurkan harus bersinergi. “ Sudah ada wilayahnya masing-masing, dan saling mengisi kekurangan antara keduanya, “  ujarnya.
Terkait bidang pekerjaan yang sesuai untuk perempuan yang ditanyakan peserta, Ramadhan tidak menyebutkan secara spesifik, namun prinsipnya tidak menjurus pada pekerjaan yang diharamkan, sesuai dengan kemampuan, kewajiban atau kodrat tidak terabaikan dan jangan melupakan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Sementara pemateri kedua Fajariana, mengatakan bahwa Indonesia mengakui persamaan hak dan kewajiban dalam mengisi pembangunan, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sudah banyak wanita Indonesia sukses dalam meniti karier dari bidang pekerjaan yang digelutinya dan memperoleh pengakuan di dalam negeri maupun dunia internasional.
Lebih menonjolkan diskusi interaktif dalam penyampaian materinya, dalam sesi ini muncul harapan kepada perempuan untuk lebih memberdayakan diri hingga berkualitas dan bertanggung jawab terhadap perannya, dengan tidak menutup diri terhadap perkembangan jaman. Dengan demikian nantinya tidak tertinggal dengan kaum pria, baik dalam pekerjaan maupun dalam rumah tangga, dapat mendampingi buah hati sesui dengan tingkatan usia perkembangannya. (Sfr)
Share this article :

0 komentar:

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DISINI

Komentar Anda Kami Anggap SPAM Bila Mengandung Unsur SARA, Pornografi, DLL ... !

Pilih Bahasa

 
Address : Jl.Jendral Sudirman No.82 Kabupaten Kotabaru
Telphone : 0812 5138 5020
Em@il : gemasaijaan@gmail.com
Website : www.gemasaijaanonline.info
Copyright © 2011-2016. Gema Saijaan Kotabaru Online - All Rights Reserved