Disbun Kotabaru Adakan Pelatihan Bagi Petani Karet


Baca Juga


T

anaman karet hasil budidaya yang dikembangkan dari varitas bibit unggul, tehnik pemeliharaan hingga pemanenan yang tepat, akan menghasilkan tanaman karet yang mempunyai produktifitas tinggi.

Demikian tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan bagi petani dan pelaku agribisnis karet yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Kabupaten Kotabaru dalam upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui revitalisasi perkebunan.

Pelatihan selama 5 hari dari tanggal 18-22 Oktober 2010, diikuti 20 orang peserta. Mereka adalah para petani karet berasal dari 10 kelompok tani dari 6 kecamatan di Kabupaten Kotabaru. Untuk pemberikan materi berlangsung di Hotel Samudra, sedangkan praktek lapangan, peserta dibawa ke lokasi kebun entres Dinas Perkebunan di Desa Sungai Pasir Kecamatan Pulau Laut Tengah, jelas Syahridani selaku pelaksana kegiatan.


Pemateri yang memberikan teori dan praktek adalah H. Gunawan, SP, Pujiatmo, S.ST dan Arlikan dari Disbun Kotabaru,  mengupas serba-serbi tanaman karet dari persiapan lahan, pembibitan, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit hingga pasca panen.

Sisi lain itu dikemukakan Pujiatmo, bahwa petani masih belum menerima penghasilan yang sewajarnya dari hasil karet yang berkualitas baik, karena pengumpul tidak membedakan harga belinya berdasarkan kualitas. Kondisi tersebut akhirnya memicu ketidak disiplinan petani menerapkan Bokar Bersih atau bahan olah karet yang bersih dari bahan lainnya, demi mengejar kuantitas hasil karetnya saja. Kiranya perlu dirumuskan solusi yang tepat agar petani lebih sejahtera dari usaha perkebunan yang mereka kelola, tambahnya

Sementara itu Sekretaris Drs.Sukamto,M.Si mewakili Kepala Disbun Ir. H. Gusti Syafrin Masrin, Mapp Sc yang membuka kegiatan berharap  peserta  pelatihan angkatan ke empat ini,  menerapkan pengetahuan yang telah didapat guna meraih keberhasilan dalam usaha perkebunannya, selain itu hendaknya pengalaman tersebut dapat  ditularkan kepada anggota kelompok tani lainnya, sehingga secara tidak langsung membantu program pemerintah meningkatkan kemampuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman karetnya secara maksimal.

Diperoleh keterangan, sampai dengan bulan Juni 2010 atau semester 1 tahun ini, produksi karet kering  berjumlah 402 ton dari 1.564 hektar tanaman menghasilkan dengan harga jual rata-rata Rp 17.500. Total areal tanaman karet di Kabupaten Kotabaru seluas 4.804 hektar dan 2.957 hektar diantaranya adalah tanaman belum menghasilkan, terdiri dari kebun rakyat dan perkebunan perusahaan. Sedangkan masyarakat yang  menggarap tanaman ini sebanyak 701 orang petani dari 33 kelompok tani.  Dari data tersebut, beberapa tahun kedepan produksi karet daerah ini akan berlipat ganda seiring bertambahnya umur tanaman. (sfr)
Share on Google Plus

Tentang gemasaijaanonline

Gema Saijaan Online memberikan informasi seputar Kabupaten Kotabaru untuk ikut mencerdaskan anak bangsa

0 Comments :

Posting Komentar